LPM IIM Surakarta Lakukan Benchmarking Melalui Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi PTKIS APT 4.0 dan APS 3.0 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

LPM IIM Surakarta Lakukan Benchmarking Melalui Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi PTKIS APT 4.0 dan APS 3.0 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dalam rangka peningkatan kualitas penjaminan mutu dan kesiapan akreditasi menuju standar unggul, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) APT 4.0 dan APS 3.0 yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Sabtu–Minggu, 12–13 Juli 2025, bertempat di University Hotel Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan diikuti oleh 53 institusi PTKIS di bawah koordinasi Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, terdiri dari Universitas, Institut, hingga Sekolah Tinggi.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan tata kelola mutu secara menyeluruh bagi PTKIS agar mampu bersaing dan memperoleh akreditasi unggul.

Sesi pertama diisi oleh narasumber utama, Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si., selaku Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang menyampaikan materi tentang peran strategis LPM dalam akreditasi institusi dan program studi, serta penataan tata kelola lembaga yang efektif untuk mencapai akreditasi unggul.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Epha Diana Supandi, S.Si., M.Sc., seorang asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), yang membahas secara mendalam tentang indikator akreditasi 9 kriteria, baik untuk borang program studi maupun borang institusi perguruan tinggi. Selain itu, beliau juga memberikan penjelasan teknis mengenai Instrument Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.0 serta implementasi aplikasi SAPTO 2.0 dalam proses pengajuan akreditasi.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan pemaparan strategi penyusunan borang akreditasi secara komprehensif oleh Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag., yang sekaligus secara resmi menutup seluruh rangkaian acara.

Keikutsertaan LPM IIM Surakarta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari benchmarking kelembagaan dan komitmen dalam meningkatkan kapasitas institusi guna menghadapi tantangan akreditasi di era digital dan kompetitif. LPM IIM Surakarta akan terus melakukan langkah-langkah strategis demi mewujudkan mutu pendidikan tinggi Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

LPM IIM Surakarta Lakukan Benchmarking Melalui Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi PTKIS APT 4.0 dan APS 3.0 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Read More »

LPM IIM Surakarta Selenggarakan Persamaan Persepsi Auditee AMI 2024/2025

LPM IIM Surakarta Selenggarakan Persamaan Persepsi Auditee AMI 2024/2025

Surakarta, 11 Juli 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta melaksanakan kegiatan Persamaan Persepsi Auditee Audit Mutu Internal (AMI) Siklus 2024/2025 pada Jumat (11/7) di Ruang Pascasarjana Lantai 3 IIM Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan ketua program studi (kaprodi) sebagai auditee, dengan tujuan menyamakan persepsi terkait standar, prosedur, dan instrumen audit sebelum pelaksanaan AMI dimulai.

Kepala LPM IIM Surakarta, Septian Nur Ika Trisnawati, M.Pd., CLSP, menjelaskan bahwa AMI adalah proses pengujian sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan mutu perguruan tinggi berjalan sesuai dengan standar, prosedur, dan peraturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa AMI bukan sekadar penilaian, tetapi sarana pencocokan antara pelaksanaan dan perencanaan, sekaligus peluang untuk perbaikan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, LPM juga memaparkan timeline pelaksanaan AMI 2024/2025. Dimulai pada 11–20 Juli 2025 dengan tahap pengisian borang AMI oleh auditee, di mana setiap UPPS dan program studi wajib mengunggah data dan dokumen pendukung yang relevan sesuai instrumen AMI 3.0. Selanjutnya, pada 21–23 Juli 2025 akan dilakukan audit dokumen oleh auditor, untuk memeriksa kelengkapan dan kesesuaian bukti yang telah diserahkan. Tahap berikutnya, 24–31 Juli 2025, adalah audit lapangan yang mencakup wawancara, observasi, dan verifikasi langsung ke unit kerja. Proses ditutup dengan tahap pengisian PTK (Pernyataan Tindakan Korektif) atau RTL (Rencana Tindakan Lanjutan) oleh auditee, serta penyusunan laporan akhir oleh auditor yang dijadwalkan selesai paling lambat 1 Agustus 2025.

Tanggung jawab auditee dalam setiap tahap sangat jelas. Pada tahap pengisian borang, mereka wajib menyajikan data yang valid, mutakhir, dan terdokumentasi dengan baik. Saat audit dokumen, auditee harus memastikan setiap bukti yang diserahkan sesuai dengan pernyataan di borang. Dalam audit lapangan, mereka perlu memberikan penjelasan yang terbuka dan detail terkait pelaksanaan program, serta menunjukkan bukti fisik atau kegiatan yang relevan. Sementara pada tahap PTK/RTL, auditee diharapkan menyusun rencana perbaikan yang realistis dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan mutu di periode berikutnya.

Dengan persamaan persepsi ini, LPM berharap seluruh auditee memiliki pemahaman yang selaras, mampu mempersiapkan dokumen secara tepat waktu, dan berkomitmen penuh untuk menjalankan tindak lanjut hasil audit. Hal ini diharapkan dapat menjadikan AMI IIM Surakarta sebagai proses evaluasi yang efektif, akurat, dan bermanfaat bagi pengembangan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.

LPM IIM Surakarta Selenggarakan Persamaan Persepsi Auditee AMI 2024/2025 Read More »

Persamaan Persepsi Auditor

LPM IIM Surakarta Gelar Persamaan Persepsi Auditor AMI 2024/2025

Surakarta, 11 Juli 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta telah sukses menyelenggarakan kegiatan Persamaan Persepsi Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Siklus 2024/2025 pada Jumat (11/7) di Ruang Pascasarjana Lantai 3 IIM Surakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh auditor memiliki kesamaan pandangan mengenai standar, prosedur, dan instrumen audit yang akan digunakan pada pelaksanaan AMI tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IIM Surakarta, Edy Muslimin, S.Ag., MSI, turut memberikan sambutan sekaligus arahan kepada para auditor. Beliau menegaskan bahwa Audit Mutu Internal (AMI) memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, AMI bukan sekadar agenda tahunan atau kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan institusi. Rektor menyampaikan bahwa melalui AMI, perguruan tinggi dapat mengidentifikasi kekuatan yang sudah dimiliki, menemukan area yang perlu diperbaiki, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan AMI sangat bergantung pada integritas, ketelitian, dan profesionalisme para auditor.
“AMI adalah cermin bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus ini telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dari proses ini, kita akan mendapatkan gambaran nyata yang akan menjadi dasar dalam merencanakan perbaikan dan inovasi. Oleh karena itu, saya berharap para auditor menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan IIM Surakarta,” ujarnya.

Dalam materinya, Kepala LPM IIM Surakarta, Septian Nur Ika Trisnawati, M.Pd., CLSP., menegaskan bahwa AMI adalah proses pengujian yang sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan mutu di perguruan tinggi telah sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan. Ia menambahkan bahwa AMI bukan sekadar penilaian, melainkan pencocokan antara pelaksanaan dan perencanaan suatu program sekaligus menjadi sarana untuk menemukan peluang perbaikan yang dapat meningkatkan mutu institusi. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pemahaman tentang landasan hukum AMI sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 dan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, mekanisme pelaksanaan AMI di IIM Surakarta yang melibatkan LPM, auditor, dan auditee, serta ruang lingkup audit yang mengacu pada Instrumen AMI 3.0. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai alur dan jadwal pelaksanaan AMI 2024/2025 yang telah dirancang mulai dari pengisian borang oleh auditee, audit dokumen, audit lapangan, hingga tahap pengisian PTK/RTL dan penyusunan laporan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh auditor dalam melaksanakan audit secara profesional dan objektif, sehingga hasil AMI dapat menjadi landasan penting bagi IIM Surakarta dalam mengembangkan mutu pendidikan serta mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi.

Persamaan Persepsi Auditor Read More »

IIM Surakarta Kupas Tuntas Instrumen Akreditasi LAMSPAK Bersama Dr. Muhamad Sulhan Melalui Seminar Mutu Batch 5

IIM Surakarta Kupas Tuntas Instrumen Akreditasi LAMSPAK Bersama Dr. Muhamad Sulhan Melalui Seminar Mutu Batch 5

Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta kembali menggelar kegiatan strategis dalam upaya penguatan sistem penjaminan mutu internal melalui penyelenggaraan Seminar Mutu Batch 5. Seminar ini dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Ruang Pascasarjana Lantai 3 Gedung A. Katidjo W.S., dengan menghadirkan narasumber nasional, Dr. Muhamad Sulhan, S.IP., M.Si., Sekretaris Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IIM Surakarta mulai dari rektorat, wakil rektor, para dekan, kaprodi, serta pengelola Unit Pengelola Program Studi (UPPS) di lingkungan Fakultas Dakwah. Seminar yang mengusung tajuk “Kupas Tuntas Instrumen LAMSPAK” ini menjadi ruang dialog terbuka antara LPM dan seluruh pemangku kepentingan akademik untuk mendalami seluk-beluk sistem akreditasi terbaru yang mulai diberlakukan secara nasional.

Dalam sesi pembukaan, Rektor IIM Surakarta menyampaikan bahwa pemahaman mendalam terhadap instrumen akreditasi sangat penting agar setiap unit kerja dapat bergerak secara terarah, terukur, dan sesuai dengan standar penjaminan mutu yang ditetapkan. Ia berharap kegiatan ini mampu memantik semangat kolaborasi dalam menyusun dan melengkapi dokumen akreditasi, sekaligus menjadi pemicu peningkatan kualitas secara institusional.

Selama lebih dari enam jam, Dr. Muhamad Sulhan memaparkan secara rinci kebijakan dan alur akreditasi LAMSPAK, mulai dari dasar hukum terbaru seperti Permendikbud No. 53 Tahun 2023 dan PerBAN-PT No. 9 Tahun 2024, hingga strategi unggul dalam pengisian dokumen kinerja program studi (DKPS) dan dokumen evaluasi diri (DED). Ia menekankan bahwa terdapat lima syarat minimal yang harus terpenuhi untuk mendapatkan predikat akreditasi unggul. Oleh karena itu, setiap pengelola program studi harus memiliki pemahaman teknis sekaligus strategis agar tidak terjebak pada formalitas pengisian, tetapi fokus pada substansi capaian mutu.

Dr. Sulhan juga menggarisbawahi pentingnya sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang efektif. Ia menyebut bahwa keberhasilan akreditasi tidak semata bergantung pada kelengkapan dokumen, tetapi pada bagaimana institusi menjalankan siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara nyata dan terdokumentasi. Dalam sesi diskusi, peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan dan menyampaikan kendala-kendala teknis yang dihadapi dalam proses pengisian instrumen.

Materi yang disampaikan juga mencakup simulasi matriks penilaian akreditasi, dengan menampilkan contoh penilaian program sarjana dan magister, serta analisis terhadap bobot penilaian setiap kriteria. Hal ini memberikan gambaran konkret kepada peserta tentang standar penilaian dan cara kerja asesor dalam melakukan evaluasi terhadap dokumen yang diajukan.

Kepala LPM IIM Surakarta, Septian Nur Ika Trisnawati, M.Pd., CLSP., dalam penutupan kegiatan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Ia menyatakan bahwa seminar ini merupakan bagian dari langkah besar IIM Surakarta untuk menyambut akreditasi berbasis LAM dengan kesiapan maksimal, baik dari aspek dokumen maupun sistem mutu internal.

Melalui kegiatan ini, IIM Surakarta menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan program studi agar mampu meraih akreditasi unggul. Lebih dari sekadar kewajiban administratif, akreditasi dimaknai sebagai refleksi mutu institusi yang harus dicapai dengan kerja kolektif, perencanaan matang, dan pemahaman menyeluruh terhadap instrumen penilaian.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

IIM Surakarta Kupas Tuntas Instrumen Akreditasi LAMSPAK Bersama Dr. Muhamad Sulhan Melalui Seminar Mutu Batch 5 Read More »

IIM Surakarta Dorong Tata Kelola Kampus Berbasis Risiko melalui Seminar Mutu Batch 4

IIM Surakarta Dorong Tata Kelola Kampus Berbasis Risiko melalui Seminar Mutu Batch 4

Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal dengan menggelar Seminar Mutu Batch 4 pada Kamis, 19 Juni 2025. Seminar yang diselenggarakan di Ruang Pascasarjana Lantai 3 Gedung A. Katidjo W.S. ini mengangkat tema “Pengelolaan Perguruan Tinggi Berbasis Manajemen Risiko,” dan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) ini diikuti oleh jajaran pimpinan IIM Surakarta, mulai dari rektorat, direktur pascasarjana, para dekan dan kaprodi, hingga kepala unit kerja terkait. Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan kapasitas manajerial dan budaya mutu institusional yang terus digalakkan kampus dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di era yang semakin kompetitif dan kompleks.

Dalam pemaparannya, Prof. Eva Latipah menyoroti pentingnya pendekatan manajemen risiko dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Menurutnya, risiko bukan semata-mata tentang ancaman, tetapi juga peluang yang jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai tambah bagi institusi. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya berurusan dengan aspek keuangan atau infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung dimensi akademik, mutu layanan, pengelolaan SDM, hingga reputasi institusi.

Beliau memaparkan berbagai contoh konkret tentang bagaimana risiko dapat diidentifikasi sejak dini melalui evaluasi indikator mutu, seperti rasio dosen terhadap mahasiswa, kesiapan data akreditasi, dan tantangan penerapan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Ia juga menekankan bahwa dalam konteks lembaga pendidikan tinggi, risiko sering kali muncul dari kelemahan sistemik—misalnya ketergantungan pada satu orang dalam urusan penting seperti akreditasi, kurangnya data tracer study lulusan, hingga tidak siapnya unit-unit dalam beradaptasi terhadap perubahan regulasi nasional.

Manajemen risiko, menurut Prof. Eva, bukan hanya tanggung jawab LPM atau pimpinan, tetapi harus menjadi kesadaran kolektif seluruh unit kerja. Kampus perlu menyusun peta risiko, SOP penanganan risiko, serta membangun sistem monitoring dan evaluasi yang dinamis. Ia juga mendorong agar IIM Surakarta mulai mengintegrasikan prinsip-prinsip ISO 31000 ke dalam tata kelola kampus agar setiap keputusan strategis berbasis pada antisipasi dan mitigasi risiko yang cermat.

Kepala LPM IIM Surakarta, Septian Nur Ika Trisnawati, M.Pd., CLSP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi salah satu strategi LPM dalam membangun kesadaran risiko di seluruh lini. Menurutnya, lembaga yang mampu memetakan risiko dengan baik akan lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dan tetap menjaga mutu akademik serta keberlanjutan kelembagaan.

Melalui seminar ini, IIM Surakarta tidak hanya ingin membekali para pemangku kebijakan dengan teori dan konsep, tetapi juga dengan praktik dan contoh nyata implementasi manajemen risiko dalam pengelolaan institusi. Harapannya, output dari kegiatan ini dapat diinternalisasi dalam perencanaan strategis, pelaksanaan audit mutu internal, penyusunan borang akreditasi, hingga dalam pengambilan keputusan sehari-hari di masing-masing unit kerja.

Dengan kehadiran narasumber ahli dan partisipasi aktif para peserta, Seminar Mutu Batch 4 berhasil menjadi ruang belajar bersama yang penuh inspirasi dan refleksi. IIM Surakarta pun terus melangkah maju dalam membangun budaya mutu yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

IIM Surakarta Dorong Tata Kelola Kampus Berbasis Risiko melalui Seminar Mutu Batch 4 Read More »

Seminar Mutu Batch 3 IIM Surakarta Tegaskan Peran Strategis Dosen dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Seminar Mutu Batch 3 IIM Surakarta Tegaskan Peran Strategis Dosen dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta kembali menggelar agenda penting bertajuk Seminar Mutu Batch 3 yang berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025, di Aula Lantai 3 Kampus IIM Surakarta. Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergitas Stakeholder dalam Penjaminan Mutu Institut” dan dihadiri oleh seluruh dosen dari berbagai program studi yang ada di lingkungan IIM Surakarta.

Seminar ini menjadi wujud konkret dari upaya membangun budaya mutu yang sistemik, terencana, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Kepala LPM IIM Surakarta, Septian Nur Ika Trisnawati, M.Pd., CLSP., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah institusi dalam mencapai mutu unggul tidak terlepas dari sinergi dan kontribusi aktif para dosen sebagai pelaku utama dalam proses akademik. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif bahwa setiap kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat sejatinya adalah bagian dari sistem penjaminan mutu yang harus dijalankan secara konsisten.

Seminar ini menghadirkan narasumber utama Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk dan menjaga mutu institusi. Peran dosen tidak terbatas pada pengajaran di kelas, tetapi juga meliputi produktivitas riset, kontribusi pada masyarakat, hingga keterlibatan dalam pengelolaan akademik yang efektif dan efisien.

Lebih lanjut, Tri Widayatno menyoroti pentingnya jabatan akademik dosen sebagai indikator profesionalisme dan kontribusi akademik. Menurutnya, institusi dengan proporsi dosen berkualifikasi doktor, jabatan lektor kepala, dan guru besar yang signifikan akan memiliki peluang lebih besar dalam mencapai akreditasi unggul. Selain itu, ia juga mendorong para dosen untuk aktif memperbarui data di platform SISTER dan SINTA sebagai bagian dari strategi peningkatan rekognisi, pengelolaan portofolio tridharma, dan kelengkapan data penunjang kenaikan jabatan.

Kegiatan seminar berlangsung interaktif, disertai diskusi hangat seputar tantangan yang dihadapi dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, mulai dari beban kerja, keterbatasan fasilitas, hingga proses administratif yang kompleks. Namun demikian, semangat untuk terus meningkatkan kompetensi dan kontribusi tetap terasa kuat sepanjang acara.

LPM IIM Surakarta berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, dosen tidak hanya semakin memahami perannya dalam penjaminan mutu, tetapi juga terdorong untuk terus berkembang dan berkolaborasi. Seminar ini juga memberikan manfaat tambahan berupa sertifikat mutu, jejaring akademik, dan suasana diskusi yang kondusif, disertai dengan fasilitas coffee break dan makan siang untuk seluruh peserta.

Dengan terselenggaranya Seminar Mutu Batch 3 ini, IIM Surakarta memperkuat komitmennya untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika pendidikan tinggi nasional. Para dosen diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dan kontributif dalam membangun mutu institusi secara menyeluruh.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

Seminar Mutu Batch 3 IIM Surakarta Tegaskan Peran Strategis Dosen dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Read More »

Seminar Mutu Batch 2: Dorong Program Studi Siap Hadapi Akreditasi Unggul dan Automasi

Seminar Mutu Batch 2: Dorong Program Studi Siap Hadapi Akreditasi Unggul dan Automasi

Surakarta, 21 Mei 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mamba‘ul ‘Ulum Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui Seminar Mutu Batch 2 yang mengusung tema “Pengelolaan Program Studi Berbasis Akreditasi Unggul dan Automasi.”

Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh pimpinan program studi, tim Gugus Kendali Mutu (GKM), dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan IIM Surakarta. Acara dibuka langsung oleh Ketua LPM dan menghadirkan narasumber Bapak Yusuf Nalim, S.Si., M.Si., seorang pakar penjaminan mutu pendidikan tinggi dan praktisi akreditasi perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai regulasi terbaru yang perlu diketahui oleh perguruan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan mekanisme perpanjangan akreditasi secara otomatis (automasi) yang dikeluarkan oleh BAN-PT melalui PERBAN-PT No. 18 Tahun 2024 dan No. 5 Tahun 2024, serta standar unggul dalam Instrumen LAMDIK 2.0.

Lebih lanjut, peserta diajak memahami secara mendalam mengenai 15 Indikator Mekanisme Automasi (IMA) yang menjadi dasar evaluasi mutu program studi tanpa visitasi langsung oleh asesor. Mulai dari rasio dosen-mahasiswa, jabatan akademik dosen tetap, hingga keterlibatan mahasiswa dalam MBKM dan prestasi di tingkat nasional.

Tak hanya menyampaikan teori, narasumber juga membagikan strategi praktis dan aplikatif untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru, mempercepat kelulusan tepat waktu, dan mengoptimalkan publikasi prestasi mahasiswa sebagai bagian dari indikator mutu.

Seminar berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta seputar implementasi sistem automasi, cara mempersiapkan data PD-Dikti secara akurat, serta tips agar prodi bisa lolos akreditasi unggul dengan lebih efisien.

Melalui seminar ini, LPM berharap seluruh program studi di IIM Surakarta semakin siap menghadapi tantangan baru dalam sistem akreditasi yang terus berkembang, serta mampu membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan kampus.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

Seminar Mutu Batch 2: Dorong Program Studi Siap Hadapi Akreditasi Unggul dan Automasi Read More »

LPM IIM Surakarta Gelar Sosialisasi Instrumen Monev Tridharma untuk Dosen

LPM IIM Surakarta Gelar Sosialisasi Instrumen Monev Tridharma untuk Dosen

Surakarta, 8 Mei 2025 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tridharma Perguruan Tinggi pada Kamis, 8 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dari seluruh program studi di lingkungan IIM Surakarta dengan penuh antusias.

Bertempat di Aula IIM Surakarta, acara dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan arahan dari Wakil Rektor I, Dr. Joko Subando, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa monev merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga mutu tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh kegiatan tridharma berjalan sesuai dengan visi, misi, dan standar mutu kampus.

Pada sesi berikutnya, Iffah Mukhlisah, M.Pd., selaku narasumber dari LPM IIM Surakarta, memaparkan secara teknis mengenai pengisian instrumen monev. Dalam paparannya, beliau menjelaskan alur pengisian, indikator yang harus dipenuhi, serta catatan penting yang perlu diperhatikan dosen dalam menyusun laporan tridharma. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Menjelang akhir acara, LPM menyampaikan harapan besar agar seluruh dosen semakin memahami pentingnya monev dan mampu mengoptimalkan pengisian instrumen sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan mutu akademik maupun non-akademik. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPM IIM Surakarta mempertegas komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. LPM berharap, upaya bersama ini dapat membawa IIM Surakarta menuju pencapaian sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

LPM IIM Surakarta Gelar Sosialisasi Instrumen Monev Tridharma untuk Dosen Read More »

Dalam Rangka Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), LPM Lakukan Refreshment pada Tahun Akademik 2024/2025

Dalam Rangka Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), LPM Lakukan Refreshment pada Tahun Akademik 2024/2025

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan kesesuaian proses akademik dengan standar mutu pendidikan tinggi, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Institut Mambaul Ulum Surakarta menyelenggarakan acara refreshment penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada pertemuan dosen awal semester gasal 2024/2025. Acara tersebut digelar pada hari Senin, 19 Agustus 2024, di Aula Institut Mambaul Ulum Surakarta, dengan dihadiri oleh seluruh dosen dari berbagai program studi.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Mambaul Ulum Surakarta yang menekankan pentingnya peran dosen dalam menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Beliau menyatakan, “Dosen adalah ujung tombak dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan salah satu kunci kesuksesan pendidikan terletak pada penyusunan RPS yang terstruktur, inovatif, dan mampu menstimulus keaktifan serta kreativitas mahasiswa.”

Dalam sesi utama, Kepala Lembaga Penjamin Mutu memberikan paparan mendalam mengenai pentingnya pembaruan dan penyesuaian RPS. Fokus utama yang diangkat adalah perlunya dosen untuk melaksanakan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa. “Pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa menuntut dosen untuk tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar,” ungkapnya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber belajar, dosen juga didorong untuk mengintegrasikan berbagai publikasi akademis mereka, seperti artikel penelitian, artikel pengabdian masyarakat, buku, maupun publikasi lainnya, ke dalam pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengayaan materi ajar yang berbasis riset dan aplikasi langsung di lapangan. “Dengan integrasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang ada di buku teks, tetapi juga dari hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen mereka sendiri,” jelas Kepala Lembaga Penjamin Mutu.

Acara ini juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para dosen berkesempatan untuk berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam menyusun RPS dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Beberapa dosen menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini, karena dianggap sangat membantu dalam merumuskan strategi pengajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa saat ini.

Sebagai penutup, Kepala Lembaga Penjamin Mutu menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini, para dosen dapat semakin termotivasi untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. “Kami berharap agar dosen-dosen di Institut Mambaul Ulum Surakarta dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi,” tutupnya.

Pertemuan ini menandai komitmen Institut Mamba’ul ‘Ulum Surakarta untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak lulusan yang kompeten, siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

Dalam Rangka Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), LPM Lakukan Refreshment pada Tahun Akademik 2024/2025 Read More »

IIM Lakukan Rapat Tinjauan Manajemen Tahun Akademik 2023/2024 Level Institut

IIM Lakukan Rapat Tinjauan Manajemen Tahun Akademik 2023/2024 Level Institut

Dalam rangka menindaklanjuti dari temuan Audit Mutu Internal (AMI) Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta  menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) level Institut, Tahun Akademik 2023/2024, yang dilaksanakan di Ruang Pascasarjana Lt. 3 Gedung Pusat A. Katidjo W.S.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, II, III, Dekan/Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Program Studi, Kepala Biro/Lembaga/Unit, Kepala Bidang Lembaga Penjaminan Mutu.

Rapat Tinjauan Manajemen mulai dilakukan pada tahun ini, dan akan rutin dilakukan dalam 1 tahun sekali untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu. Pada kegiatan ini, Wakil Rektor II selaku Pimpinan Rapat akan menyampaikan masalah masalah atau kekurangan yang ada di setiap fakultas, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh institut.

Rektor IIM, Dr. H. M. Kurniawan Budi Wibowo, S.Ag., S.H., M.H. CLA., menyampaikan bahwa RTM ini menjadi bahan evaluasi IIM sekaligus sebagai peningkatan untuk tahun yang akan mendatang.

“Tentunya kegiatan RTM ini dapat menjadikan IIM yang lebih baik lagi, sesuai dengan apa yang kita rencanakan mulai dari sumber daya manusia maupun proses pembelajaran agar mendapatkan kepercayaan di dalam negeri maupun luar negeri dengan akreditasi yang Unggul,” tambah Rektor IIM.

Materi RTM yang di sampaikan Kabid Monev, Audit Mutu, Faruq Alhasbi, M.I.Kom., menjelaskan terkait Capaian Indeks Keterlaksanaan dan Keefektifan Program, Capaian Indikator Standar Fakultas, Capaian Indikator Renstra Fakultas, Capaian Indikator Renstra Unit atau Biro atau Lembaga, Capaian Renstra IIM, Umpan Balik, Tindak Lanjut dari Rekomendasi Sebelumnya, dan Rekomendasi untuk peningkatan.

Selain itu, Dia juga menyampaikan peningkatan pada bidang kemahasiswaan, perlu mengoptimalkan pembekalan alumni agar siap kerja atau berwirausaha sehingga dapat meningkatkan daya saing dengan pihak luar.

“Perlunya peningkatan dan pemerataan penelitian di program studi yang kompetitif level Internasional dan nasional, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan bidang akademik,” papar Kabid Monev, Audit Mutu itu.

Survei Kepuasan LPM

Survei ini bertujuan untuk mengetahui pendapat dan ekspektasi pengguna tentang layanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Informasi dan data diri bersifat rahasia dan tidak mempengaruhi diri anda.

Layanan Aduan

Ajukan segala bentuk aduan berkaitan dengan Audit, Monev, Akreditasi, Inovasi Pembelajaran, Pengambangan Sistem, Administrasi dan Pelayanan, ataupun hal lain yang berkaitan dengan LPM.

IIM Lakukan Rapat Tinjauan Manajemen Tahun Akademik 2023/2024 Level Institut Read More »

Scroll to Top